Daftar Bacaan acheris_
2 stories
[✓] Satya dan 67 hari by penaaputihk
penaaputihk
  • WpView
    Reads 1,649,352
  • WpVote
    Votes 237,253
  • WpPart
    Parts 56
[ SUDAH DIBUKUKAN ] ❝ aku masih mau berjuang, Al. tapi Tuhan pengen aku pulang.❞ -Satya Langit Aksara Pernah dengar istilah "orang tepat datang diwaktu yang tepat juga." itulah yang dapat mendeskripsikan pertemuan dari Satya dan Alya. Secarik kisah Satya dan Alya yang telah dirancang sang pencipta. Alya bilang, pertemuannya dengan Satya adalah anugerah terbesar dalam hidupnya setelah kepergian sang ibu. Satya, seorang lelaki hebat penuh perjuangan dan pengorbanan. Ia lelaki penderita leukimia stadium akhir yang sisa umurnya tinggal 67 hari lagi. Namun, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan hidupnya itu. Satya akan membahagiakan Alya sesuai janjinya hingga napas terakhirnya. Dan ketika tugas Satya selesai, Satya menutup usia disamping bahu perempuan tercintanya tepat pada malam ke-67 hari. [THE END ]
Yosan Ananda  by cavanic
cavanic
  • WpView
    Reads 5,096
  • WpVote
    Votes 514
  • WpPart
    Parts 13
❗ Cerita ini masih tahap Revisi. Kalau Berminat membaca silahkan, Perlu Vote dan Follow dari Pembaca 🙏🏻 ❗ Peringatan: Novel ini mengandung adegan dan karakter dengan sifat gelap yang tidak layak untuk ditiru. ❗ Catatan: Novel ini berisi tema-tema gelap, seperti kekerasan, manipulasi, Bahasa Yang kasar dan eksplorasi sisi gelap manusia. Yang mungkin tidak memicu kenyamanan (tidak cocok) untuk pembaca. Deskripsi Cerita : Liana duduk di tepi pantai, jari-jarinya bermain dengan pasir yang lembut. Angin laut berhembus sepoi-sepoi, menerbangkan rambut panjangnya yang indah hingga menutupi wajahnya yang polos. Ia berusaha menyingkirkan rambutnya dengan tangan yang berpasir, sedikit mengernyit karena pasir menempel di wajahnya. Tiba-tiba, Yosan menyodorkan sebuah jepit mutiara ke arahnya. Mata Liana membulat, menatap jepit itu dengan heran. "Ini jepit aku," katanya, suaranya sedikit meninggi karena terkejut. "Aku cari-cari pantesan gak ada, kamu ambil ya?" tanyanya, matanya menyipit curiga. Yosan terkekeh geli, melihat ekspresi bingung Liana. "Enggak," jawabnya, masih tertawa kecil. "Itu ketinggalan di tali tas ransel aku, waktu kamu jepitin di tas aku." Yosan mengambil jepit itu dari tangan Liana dengan lembut. Ia kemudian menyisir poni samping Liana yang panjang dengan jarinya, lalu menjepitnya dengan jepit mutiara itu. Ia menatap wajah Liana yang polos dan cantik dengan tatapan lembut, senyumnya mengembang. "Liana," katanya, suaranya pelan dan menenangkan. "Siapa yang berani buat kamu nangis? Bilang ke aku." Liana menoleh ke arah Yosan, mengangkat dagunya sedikit, menunjukkan ekspresi sombong yang menggemaskan. "Kalau mamah aku, gimana?" tantangnya. Yosan tersenyum lebar, "Wah, kayanya aku gak berani ngelawan Li," balasnya, "Karena aku gak bisa melawan ibu bidadari. Takut gak di restuin," tambahnya, sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Liana tertawa kecil.