davemorte
- Reads 18,028
- Votes 1,003
- Parts 16
Setiap sore, aku datang ke rumah dua bersaudara keluarga Darmawan.
Niatnya buat kerja. Masak, bersih-bersih, sedikit urusan rumah tangga. Tapi entah sejak kapan, rasanya jadi lebih... rumit dari itu.
Mereka selalu manis. Terlalu manis.
Mereka nggak pernah bilang apa-apa secara langsung. Tapi cara mereka menyentuh ruang gerakku-perlahan, konsisten, dan selalu terasa benar di saat yang salah-membuatku bertanya:
Aku hanya sebatas pembantu mereka kan?
Notes: Cerita ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama dan setting merupakan sebuah ketidaksengajaan dalam penulisan cerita. Cerita ini mengandung unsur yang mungkin membuat tidak nyaman untuk beberapa pembaca, dimohon bijak dalam memilih bacaan.