Nipiksel
Kulit manusia berubah menjadi properti publik bagi jiwa-jiwa lain.
Satu per satu penghuni asing masuk, mengambil alih kendali saraf dan memori, sementara pemilik asli hanya menjadi penonton pasif di dalam dirinya sendiri.
Setiap penyewa menggunakan tubuh ini untuk tujuan berbeda, menjalani profesi asing, menjalin hubungan dengan orang tak dikenal, hingga menempati identitas yang tidak pernah diinginkan pemiliknya.
Tidak ada kendali, hanya ada perpindahan dari satu jiwa ke jiwa berikutnya. Kulit tetap sama, tapi identitas di dalamnya terus terkikis oleh siklus penghunian yang tidak kunjung usai.
Sementara jiwa-jiwa di dalamnya datang dan pergi sesuka hati, meninggalkan pemilik aslinya terperangkap dalam cangkang yang semakin haus oleh jejak orang asing.
Siapa pun bisa masuk, dan siapa pun bisa menjadi pemilik baru dalam hitungan detik.