sarttyn
- LETTURE 510
- Voti 106
- Parti 8
Nabila mengembuskan napas kesal sambil menutup novel yang baru saja selesai ia baca.
"Katanya romance, tapi malah bikin emosi."
Menurutnya, jalan cerita novel itu benar-benar aneh. Pemeran utama wanitanya terlalu sensitif, sedikit-sedikit ngambek, lalu tiba-tiba hamil di pertengahan cerita. Alurnya terasa dipaksakan dan penuh keputusan yang sulit dimengerti. Namun, yang paling membuat Nabila kesal bukanlah pemeran utamanya.
Melainkan seorang figuran bernama Reren Asteria.
Reren begitu terobsesi mengejar seorang second lead yang terkenal dingin, brutal, dan tak pernah membalas perasaannya. Berkali-kali ditolak, berkali-kali diancam, tetapi gadis itu tetap mengejar pria tersebut tanpa menyerah.
Hingga pada akhirnya... Reren mati.
Hanya karena tanpa sengaja menyenggol pemeran utama wanita yang sedang mengandung anak pemeran utama pria.
"Segitu doang alasannya?"
Nabila menggeleng tak habis pikir.
"Kalau aku jadi Reren, mending jauhin second lead itu dari awal."
Tanpa sadar, rasa kantuk mulai menyerangnya. Novel itu masih berada di samping bantal ketika matanya perlahan terpejam. Namun, saat kembali membuka mata... Nabila tidak lagi berada di kamarnya. Ia berdiri di sebuah ruang kelas asing dengan puluhan pasang mata yang menatap ke arahnya.
Dan saat melihat pantulan wajahnya di jendela, Napasnya seketika tercekat. Wajah itu, Bukan wajahnya. Melainkan wajah Reren Asteria, figuran bodoh yang baru saja ia cemooh beberapa menit yang lalu.
Sialnya lagi...
Nabila sama sekali tidak tahu bahwa Reren ternyata telah memiliki seorang kekasih yang sangat mencintainya.
*****
Kalau mau baca stel lagu romantis, di spotify kalian. Btw, aku nulis ini sambil dengerin playlist 'salting brutal with Indonesia songs' ya teman teman!