RUDino0_0
Pada masa ketika langit dan bumi belum saling mencurigai, Benua Nusantara berdiri sebagai tanah kehidupan bagi semua makhluk.
Manusia yang disebut sebagai Bangsa Nusantara, serta jin dan setan yang dikenal sebagai Bangsa Khayangan, hidup berdampingan-berbagi wilayah, pengetahuan, dan kekuatan-terikat oleh perjanjian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tak ada istilah musuh pada masa itu.
Yang ada hanyalah perbedaan, dan perbedaan itu dijaga oleh kepercayaan.
Namun perlahan, bisikan mulai menyusup ke dalam hati manusia.
Kebenaran yang terasa terlalu sempurna untuk diragukan.
Janji keselamatan yang menuntut satu hal: kecurigaan.
Bangsa Khayangan tak lagi dipandang sebagai penjaga keseimbangan, melainkan sebagai ancaman yang suatu hari akan merebut segalanya.
Ketakutan pun tumbuh, dan ketakutan melahirkan keputusan.
Ketika senjata pertama diangkat, perjanjian lama runtuh tanpa sempat dipertahankan.
Api perang menyebar, dan Benua Nusantara berubah dari tanah damai menjadi saksi kehancuran dua bangsa.
Sejak hari itu, sejarah hanya mencatat satu pandangan.
Namun tidak semua kebenaran tercatat.