cahayakamila24's Reading List
2 stories
Surat untuk dewi by RRRRRRRR990
RRRRRRRR990
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ini adalah pergulatan batin seseorang yang terperangkap dalam paradoks cinta dan kehilangan. Ia tidak pernah benar-benar memiliki cinta, namun merasakan kehilangannya dengan begitu dalam. Dalam pikirannya, cinta adalah sesuatu yang indah sekaligus menyakitkan-sebuah harapan yang membara, namun perlahan memudar sebelum sempat menyentuh kenyataan. Setiap cinta yang datang tidak pernah dibiarkan tumbuh, melainkan dikubur hidup-hidup dalam diam. Ia menyebut dirinya sebagai algojo bagi perasaannya sendiri, membunuh cinta sebelum sempat berakar, sebelum kata-kata cinta terucap, sebelum hatinya terluka oleh harapan yang mungkin sia-sia. Namun, meskipun ia menyatakan cinta itu telah mati, bayangannya masih bersembunyi di dalam dirinya. Ia masih bisa merasakan hangatnya, mengenang wajah-wajah yang pernah ia kagumi, meskipun mereka tidak pernah tahu keberadaannya. Luka itu tetap hidup, tidak dalam bentuk cinta yang menggebu, tetapi dalam penyesalan, dalam pertanyaan yang terus menggema: Apakah cinta benar-benar bisa mati? Ataukah ia hanya tertidur, menunggu saat yang tepat untuk bangkit kembali? Dengan nuansa gelap dan penuh introspeksi, ini bukan sekadar kisah tentang cinta yang tak sampai, tetapi juga tentang ketakutan, kesendirian, dan pencarian makna dalam perasaan yang terus menghantui.
Aksara Tak Bertuan  by cahayakamila24
cahayakamila24
  • WpView
    Reads 3,342
  • WpVote
    Votes 975
  • WpPart
    Parts 25
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨