deterjen_basi
Kisah ini tercipta untuk langit. Yang membaca setiap bait-bait cinta pahit nan sakit. Membaca kisah cinta yang seharusnya tidak pernah terjalin.
***
Air asin itu mengalir lembut di pelipisnya, bibir merah mudanya sedikit terbuka, membiarkan udara-udara rakus itu keluar-masuk, embusan udaranya terdengar berat seperti kehidupannya.
Tangannya hanya berkutat dengan air berwarna putih yang dituang ke cairan hitam pekat---yang seketika menjadi cokelat. Netranya fokus, lalu ia melihat kertas putih yang berisi deretan pesanan, pandangannya turun dan ia kembali meracik lagi.
Pesanannya habis---tujuh gelas dan dua buah piring kecil berisi kue. Ia menunduk, dengan kedua tangan di atas meja yang menopang tubuhnya. Embusan panjang terdengar di kedua indranya sendiri. Matanya tertutup lemas, menetralisir rasa lelah di sekujur tubuhnya.
"Lelah? Kenapa tidak istirahat saja?"
Pertanyaan dari suara itu terdengar di telinganya, ia mengenali suara itu, suara berserak yang basah---juga suara yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya.
Kepalanya perlahan terangkat, ia sedikit mendongak karena lawan bicaranya yang lebih tinggi darinya. Ia menatap netra insan itu sebelum ia menjawab lontarannya, "Kau bodohnya murni dari Tuhan, ya? Bagaimana caranya aku bisa beristirahat jikalau pengunjungnya saja terus berdatangan?"
Gadis tinggi itu---dengan rambut panjang berwarna perak yang diikat satu. Sudut bibirnya terangkat, sebuah senyuman kecil yang menahan tawa.
"Santailah sedikit, Kak Anya. Aku hanya sedang berbasa-basi denganmu," ia bersuara lagi, masih dengan senyuman miliknya.
Anya menatap sinis gadis perak itu, "basa-basimu terlalu basi, Reine."
ALLERT!⛔
•Mengandung ranah LGBTQ+
•FanFiction tentang hololive
•Semua watak maupun cerita karakter, tidak ada sangkut pautnya dengan karakter asli
•Terdapat karakter tambahan dari penulis
Note:
-tidak ada jadwal khusus untuk update
-belum di revisi sepenuhnya