shafarafiction
- Reads 447
- Votes 61
- Parts 11
[VERSI TERBARU : REVISI JUDUL]
Sepuluh tahun berlalu, mungkin lebih. Namun tetap saja, gengsi diantara keduanya, masih setinggi pagar tsunami Alaska.
Menurutmu, meruntuhkannya butuh waktu berapa lama lagi?
Ya begitulah, yang Nisya dan Ardansya hadapi sehari-hari. Hingga tak disangka, mereka kembali dipertemukan saat acara reuni SMP, setelah satu dekade berlalu.
Tanpa mereka sadari, dua rasa itu, masih jalan ditempat. Tiada perintah berhenti, apalagi "maju, jalan!".
"Bang Ardan?" gumam Nisya saat melihat crush di masa lalunya, berdiri di samping kanannya dengan badan lebih tegap, dan pakaiannya formal-rapi.
"Iya, kamu ... Nisya?" jawab Ardan gugup setengah mati.
Dua rasa, satu dekade.
Rupanya terasa sama, sedegup-degupnya. Sebeku-bekunya. Keduanya menahan diri agar tak tampak saling salah tingkah.
Pas lagi canggung-canggungnya, Kareem (sahabat Ardan) tiba-tiba datang merangkul mereka berdua sambil berkata,
"Jadi, gimana... sah kan, Sya?"
Satu pertanyaan, untuk dua orang yang namanya sama-sama punya akhiran 'Sya'.
Dua orang itu kemudian semakin membeku, dan hanya saling tatap sembari memegang gelas yang berisikan es lemontea.
"Hah? Sya yang mana nih" ucap Ardansya mencoba mengalihkan suasana.
"Dua-duanya ajalah, gimana?"
"Eh? Haha adalah pokoknya," jawab mereka barengan, kompak banget. Lalu kembali saling tatap.
"Ini kalau dibiarkan, bisa meledak jantungku!" Gumam keduanya, seirama dalam hati.
Pertanyaannya sekarang: Setelah satu dekade, dua rasa yang mereka rasakan, apakah masih sama, atau cuma jadi kenangan yang tersamarkan?
Ikuti perjalanan Nisya dan Ardansya di sini. Jangan lupa vote dan komen kalau kamu juga pernah terjebak di zona "gengsi tingkat dewa"!
Salam manis,
Shafara
25/12/25 [22:30]
Note terbaru : Haloo ini ganti judul karena Sha pikir kalian kesusahan cari judul nya, jadi, dari yang "SAH kan SYA" kita ubah menjadi "Dua Rasa Satu Dekade"
Selamat membaca!