salwaranbll
- Reads 89,795
- Votes 2,439
- Parts 13
"Lo itu satu-satunya hal baik yang terjadi di hidup gue yang berantakan ini." - ELANG GANENDRA
Di sekolahnya, Elang dikenal sebagai lambang pemberontakan. Ia adalah murid nakal yang hobi membuat onar, karib dengan ruang BK, dan kerap membelah jalanan malam dengan raungan knalpot motornya.
Bagi ayah, guru dan teman-temannya, Elang adalah masalah. Namun, di balik jaket motornya yang kumal, Elang hanyalah seorang remaja yang jiwanya mati perlahan. Ia tumbuh di dalam "Reruntuhan" sebuah rumah mewah yang dikendalikan oleh ayahnya yang narsistik (NPD), tempat di mana eksistensinya dibuang ke kamar
belakang dan ia selalu dibanding-bandingkan dengan Aland, kakaknya yang sempurna.
Elang memberontak bukan karena ia jahat, melainkan karena itu satu-satunya cara agar ia tetap hidup di tengah makian yang selalu membunuhnya.
Kehidupan Elang yang gelap perlahan berubah saat ia bertemu dengan Amara Edlyn. Perempuan itu adalah orang pertama yang tidak melihat Elang sebagai "Sampah." Lewat tatapan mata dan perhatian-perhatian kecilnya, untuk pertama kali dalam hidup, Elang merasa jatuh cinta.
Bersamanya, Elang merasa didengar, disayangi, dan dianggap sebagai seorang manusia yang berharga.
Namun, dunia seolah tidak mengizinkan Elang untuk bahagia. Hubungan yang baru mekar itu harus berhadapan dengan tembok tinggi dan badai rintangan.
Elang harus memilih: terus berjuang membuktikan dirinya layak dicintai, atau merelakan satu-satunya cahaya dalam hidupnya pergi demi melindunginya dari kegelapan keluarganya sendiri.
Baginya, Amara adalah satu-satunya raga yang bersedia mendekap seluruh lukanya dan mencintai Elang dengan utuh bahkan saat Elang membenci dirinya sendiri.