treasureaz
- Reads 186
- Votes 16
- Parts 16
Tidak ada satu pun guru di SMA Garuda Bangsa yang tidak mengenal nama So Jungwhan. Setiap kali bel pelajaran baru saja berbunyi dan suasana sekolah masih tenang, selalu ada kemungkinan seseorang berlari menuju ruang guru sambil melapor bahwa Jungwhan kembali membuat masalah. Kadang karena terlambat masuk kelas, kadang karena tertidur saat pelajaran berlangsung, kadang karena berdebat dengan guru, dan tidak jarang karena terlibat perkelahian dengan siswa lain. Nama Jungwhan sudah terlalu sering muncul di buku pelanggaran sampai beberapa guru hafal nomor absennya di luar kepala. Anehnya, meski terkenal sebagai anak paling bermasalah di sekolah, ia tidak pernah terlihat peduli dengan semua itu.
Jungwhan menjalani hari-harinya sesuka hati. Seragamnya jarang terlihat rapi, dasinya sering entah berada di mana, dan rambut hitamnya selalu sedikit berantakan. Wajah tampannya membuat banyak siswi diam-diam memperhatikannya, tetapi sikap dingin dan tatapan tajamnya membuat tidak banyak yang berani mendekat. Setiap hari ia hampir pasti dipanggil ke ruang BK, bahkan sampai guru BK bercanda bahwa mereka harus menyiapkan kursi khusus untuknya. Bagi Jungwhan, sekolah hanyalah tempat yang harus ia datangi karena terpaksa. Ia tidak tertarik dengan organisasi, prestasi, ataupun aturan-aturan yang menurutnya hanya membatasi kebebasan. Yang ia tahu hanyalah menjalani hari sesuai keinginannya sendiri.
Berbeda seratus delapan puluh derajat dari Jungwhan, ada seorang siswi yang namanya juga dikenal hampir seluruh warga sekolah. Namanya Pharita. Jika Jungwhan terkenal karena masalahnya, maka Pharita terkenal karena kebaikannya. Gadis itu selalu menyapa siapa pun dengan senyum hangat, membantu teman-teman yang kesulitan belajar, dan tidak pernah ragu menolong orang lain meskipun dirinya sendiri sedang sibuk. Sebagai Ketua OSIS, Pharita menjadi sosok yang dihormati banyak siswa dan dipercaya para guru. Tidak ada yang pernah mendengar ia berbicara kasar atau memperlakukan