⋆𐙚₊˚⊹♡
3 stories
Perempuan yang Dijadikan Cerita by sabrinavague
sabrinavague
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Cerita ini mengisahkan seorang anak perempuan yang tumbuh di antara tawa, tekanan, dan pengkhianatan yang terlalu dini. Berawal dari pertemanan yang tampak ringan-penuh canda dan kebersamaan-ia perlahan didorong melewati batas yang tak pernah ingin ia sentuh. Satu penolakan dianggap kelemahan, satu kepatuhan dijadikan senjata. Dalam ruang sempit bernama "diterima", ia kehilangan hak atas suaranya sendiri. Ketika potongan kejadian dilihat tanpa konteks dan dibawa ke dunia orang dewasa, kebenaran terpecah seperti kaca: tajam, melukai, dan menyisakan luka yang tak kasatmata. Ia yang dipaksa justru dituding, dijadikan cerita paling mudah untuk dipercaya. Nama baiknya runtuh oleh bisik-bisik, sementara para pelaku bersembunyi di balik diam dan pembelaan diri. Cerita ini bukan tentang kenakalan, melainkan tentang bagaimana dunia terlalu cepat memberi cap pada seorang anak, dan terlalu lambat belajar mendengar. Sebuah potret getir tentang korban yang dipaksa menanggung malu kolektif, tentang sunyi yang tumbuh dari ketidakadilan, dan tentang kedewasaan pahit yang lahir bukan dari pilihan, melainkan dari luka.
Ludah, Moral, dan Keadilan Versi Rooftop by sabrinavague
sabrinavague
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Cerita ini adalah kilas balik satir tentang pengalaman masa kecil seorang bocah lima tahun yang tanpa sengaja belajar arti moral dan ketidakadilan sosial, saat permainan ludah-ludahan di rooftop berubah jadi insiden serius karena ludahnya jatuh mengenai orang lain. Meski semua anak melakukan hal yang sama, hanya dia yang dijadikan kambing hitam karena hasil perbuatannya "berbeda", memicu hukuman kolektif dan tudingan personal. Lewat humor gelap dan sudut pandang polos, kisah ini menyoroti ironi keadilan: bahwa dalam hidup, yang paling disalahkan sering kali bukan yang paling salah, melainkan yang paling terlihat, paling beda, dan paling sial-selicin ludah di seng panas.
Lingkaran Kosong Itu Menjerit by sabrinavague
sabrinavague
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Sebuah pagi yang tampak biasa berubah menjadi medan emosi ketika sebuah buku latihan membuka rahasia paling memalukan: angka nol yang telanjang. Di ruang keluarga yang sempit oleh suara dan ekspektasi, seorang anak berhadapan dengan kekecewaan, kemarahan, dan-tanpa disangka-bentuk cinta yang paling keras. Cerita ini menelusuri luka kecil yang terasa seperti kiamat, memperlihatkan bagaimana amarah orang tua bisa menjadi pintu menuju perhatian, dan bagaimana kegagalan tak selalu datang untuk menghancurkan, melainkan membangunkan. Sebuah narasi tentang jatuh, dimarahi, dan tetap dipeluk oleh upaya pembenahan diri-di mana kesedihan dan kehangatan berdiri berdampingan, seperti pagi yang dingin tapi bercahaya.