zasqisra
- LECTURAS 142
- Votos 21
- Partes 3
Ia anak berandalan.
Tangannya lebih terbiasa memukul daripada menggenggam, dan namanya lebih sering disebut dalam masalah daripada prestasi.
Ia kakak senior kuliah.
Tenang, dewasa, dan terlalu baik untuk terseret ke dunia hitam yang perlahan membentuk dirinya.
Pertemuan mereka adalah kesalahan kecil yang berubah menjadi kebiasaan berbahaya. Awalnya hanya tatapan. Lalu percakapan singkat. Hingga tanpa sadar, ia mulai menunggu-padahal tahu dirinya tak pantas.
Cintanya tumbuh pelan, seperti luka yang tidak pernah benar-benar sembuh.
Manis, tapi menyakitkan.
Hangat, tapi penuh rasa bersalah.
Karena ia tahu,
dirinya hanyalah fase kelam yang tak seharusnya singgah di hidup seseorang yang sedang menata masa depan.
Namun bagaimana jika satu-satunya hal yang membuat berandalan itu ingin berubah... adalah cinta yang seharusnya tak pernah ada?