Hari - Hari Normal Bersamamu
4 stories
Hari - Hari Normal Bersamamu 4 by Suwungkiawan
Suwungkiawan
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 25
Lagi kehabisan ide
Hari - Hari Normal Bersamamu 3 by Suwungkiawan
Suwungkiawan
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 29
Seolah tidak ingin memberi jeda istirahat, Eka yang libur dalam aktivitas pengambilan kesimpulannya. Merasa akan menghadapi drama permasalahan yang menyerang lagi dari berbagai arah. Kali ini mungkin masalah yang berasal dari luar lebih banyak dari sebelumnya. Problemnya bagi Eka, masalah didepan sangat abstrak hingga tidak bisa terdeteksi secara jelas. Eka hanya bisa mengira - ngira dan beradaptasi. Diikuti debut dari para pemain baru yang tertarik kearahnya. Mungkinkah sekarang dia mulai berurusan dengan sesuatu yang lebih rumit, dibandingkan masalah yang diakibatkan oleh kecerobohan biasa.
Hari - Hari Normal Bersamamu 2 by Suwungkiawan
Suwungkiawan
  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 28
Menjelang UTS, Eka terus berusaha mengejar ketertinggalan materi yang diyakininya. Berkat bantuan dari Indah serta Bu Nurlita, akhirnya beberapa jalan terbuka untuknya. Akan tetapi seiring berkembangnya Eka dalam menstabilkan hidup. Lingkungan sekitar juga menolak stagnasi dan ikut berkembang. Lagi dan lagi percobaan deduksi perlu dilakukan demi mendapatkan ketenangan kembali. Kali ini tidak hanya di sekolah ataupun dirumah. Sekarang ditengah perjalanan saat mempelajari materi yang sulit. Eka dan Indah harus terjebak kembali di suatu permasalahan yang bukan hanya menuntut supaya mereka mempertajam kecerdasan. Tapi juga terus mendorong untuk jujur pada diri mereka sendiri.
Hari - Hari Normal Bersamamu by Suwungkiawan
Suwungkiawan
  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 26
Menjadi biasa dan hidup tenang. Seorang pemuda berbakat yang baru saja lulus SMP dan bersekolah di tempat baru, telah mengambil kesimpulan untuk hidupnya. Dia menanggalkan segala ambisi, serta merubah pola pikir tentang kehidupan yang patutnya dijalani. Katanya, bukan berarti dia menolak perubahan atau suatu perkembangan. Tapi berubah sesuai kondisi idealnya sendiri, dia anggap jauh lebih masuk akal. Disisi lain, ada seseorang yang selalu kagum dan penasaran soal jalannya kehidupan. Dia yang pintar selalu yakin bahwa persamaan matematika yang ia tulis, berbeda jauh dengan sebuah penghapus yang jatuh, dan tiba - tiba menghilang padahal itu tidak dicuri. Dalam perjalanan keduanya di kehidupan sekolah yang baru, berbekal kepribadian masing - masing yang mereka bawa. Keduanya bertemu. Pada akhirnya, bagaimanakah mereka berinteraksi dan menanggapi kejadian yang terjadi di sekitar mereka? Jawabannya hanya tergantung pada tindak - tanduk keduanya saat menghadapi masalah nanti.