vaynurielle1
- Membaca 1,626
- Vote 431
- Bab 22
Kemana doa kita akan berlabuh?
Jihan Syafiya Ananta seorang gadis bercadar yang harus tumbuh dengan keyakinan bahwa setiap doa akan menemukan jalannya. Namun takdir justru harus memaksanya berdiri di atas luka dan kehilangan yang begitu menyesakkan. Ia harus menelan pahitnya kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan saat usianya masih berusia 12 tahun.
Sejak kecelakaan itu merenggut seluruh dunianya Jihan akhirnya tumbuh di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Fatih. Di sana, ia tumbuh dewasa dalam asuhan hangat Kyai Amir dan Nyai Fatimah, serta persaudaraannya bersama Athallah Zayyan El-Fatih, putra sulung sang pemilik pesantren yang dikenal dingin, cuek dan sulit ditebak, serta Azzura Qamarina El-Fatih, adiknya yang ceria, jahil dan hangat.
Setelah dewasa Jihan membawa langkahnya hingga ke cakrawala Kairo, menggenggam sebuah janji yang ia jaga dalam setiap doa panjangnya. Namun, kepulangannya justru menjadi titik paling nadir dalam hidupnya. Sosok yang ia nantikan, nyatanya telah bersanding dengan perempuan lain demi menunaikan sebuah wasiat terakhir yang tak bisa ia tolak.
Di sisi lain, Athallah Zayyan El-Fatih sedang berada di titik yang sama. Ia pun harus merelakan perempuan yang selama ini diam-diam ia kagumi menikah karena alasan wasiat yang serupa-terkukung dalam duka yang harus ia sembunyikan di balik wibawanya sebagai putra seorang kiai. Dua jiwa yang sama-sama kehilangan dermaga ini kini berdiri di persimpangan yang sama.
Ketika hati saling tertukar dan harapan berbalas arah, siapa yang sebenarnya dituliskan untuk siapa?
Apakah janji masa kecil akan menjadi akhir cerita?
Ataukah takdir diam-diam mempersiapkan kejutan yang tak pernah terbayangkan?
Gimana nih penasaran nggak sama ceritanya?
Yuk kepoin sekarang!
MOHON MAAF APABILA ADA KESAMAAN TOKOH,ALUR,TEMPAT ATAUPUN KEJADIAN DALAM CERITA. HAL INI ADALAH MURNI KETIDAKSENGAJAAN. KARENA CERITA INI ADALAH HASIL IMAJINASI SAYA SENDIRI.
Jangan lupa vote dan komennya yaaa!