Bagus, di tunggu up nyaaa
5 stories
Di bawah Atap Mahligai (Passion Edition) by pawyippeen
pawyippeen
  • WpView
    Reads 6,548
  • WpVote
    Votes 1,056
  • WpPart
    Parts 14
Mengisahkan tentang rumah yang tak pernah sepi, dan tak pernah tenang. Dimana pintu selalu dibanting, makanan selalu menjadi bahan rebutan, keusilan yang menjadi penyebab kericuhan, dan "rahasia" yang tak pernah menjadi rahasia lebih dari 2 hari. Dimeriahkan oleh 15 bersaudara yang menjadi titik pusat kericuhan, kegaduhan, tangis dan tawa yang terdengar. Yuk sama-sama ikutin perjalanan chaos dan menjadi saksi hidup chaos mereka!
Flying High Season 2 (FreFlo, FreCi, FreFio, FreSha, FreYor) by AlucardHellsing00
AlucardHellsing00
  • WpView
    Reads 4,892
  • WpVote
    Votes 471
  • WpPart
    Parts 33
Setelah kekalahan SMA 48 menghadapi sang raja SMA 85 dibabak delapan besar, ekstrakulikuler voli SMA 48 terancam bubar. Mamoukan Freya dan kawan - kawan dibantu Bu Feni mempertahankan tim Voli SMA 48.
Season Dua by PecintaAngsat
PecintaAngsat
  • WpView
    Reads 24,396
  • WpVote
    Votes 2,447
  • WpPart
    Parts 13
Season 2 ini tercipta karena terpaksa, terpaksa karena season sebelumnya tersegel shiki fuujin.
Paramita : Ascensio by Flameweiss13
Flameweiss13
  • WpView
    Reads 709
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 14
Sebuah kisah aksi yang merupakan cerita susulan dari Seri paling medioker kami, "Paramita". Kisah ini masih sama, tentang aksi, persahabatan para gadis, dan tentunya kejenakaan remaja, namun dalam sudut pandang yang sedikit baru. Kisah ini menggunakan beberapa karakter dari member/ex member JKT48 hanya untuk memudahkan Visual bagi kami maupun Bung dan Zus sekalian, tentu tanpa ada sedikitpun niat buruk yang datang dari diri kami. Semoga Bung dan Zus bisa memahami ini tanpa membiaskannya dengan kehidupan nyata. Maturnuwun
Nocturne Dua Bunga  by TujuanTuru
TujuanTuru
  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 13
"Jangan kenceng-kenceng, Desy! Aku takut!" Seorang anak kecil duduk di ayunan, tangan mencengkeram tali dengan erat. Rambut dikepang dua, gingsul terlihat jelas ketika dia tertawa campur takut. Di belakangnya, anak lain mendorong ayunan dengan semangat. Lebih tinggi, lebih kuat. "Tenang aja, Den! Aku pegang kok!" "Kamu jahat! Aku bilang pelan!" "Pelan nggak seru! Ayo dong, Den, berani dikit!" Tawa keduanya bergema di udara sore, bercampur dengan suara burung dan angin di dedaunan. . . . .