Zeetyan
Wu Suo Wei dibesarkan di dalam kekerasan. Pada usia lima tahun, dia sudah tahu bagaimana rasanya memegang pisau untuk melindungi kakak perempuannya.
Pada usia dua puluh tahun, dia menjadi tangan kanan bos geng paling berkuasa di kota-pria yang juga merupakan kakak angkatnya, penyelamatnya, dan rahasia terbesar yang tidak pernah dia mengerti.
Chi Cheng menemukan mereka di gang kotor lima belas tahun lalu: dua anak terluka yang baru saja membunuh seorang rentenir. Sejak malam itu, dia menjanjikan perlindungan. Sejak malam itu, dia jatuh cinta pada yang salah-anak laki-laki yang dia besarkan, yang dia lindungi, yang dia harusnya tidak sentuh.
Ketika Wu Suo Wei berulang tahun ke dua puluh, dia meminta satu hal: agar Chi Cheng menikahi Wu Xiaolian, kakak perempuannya yang lembut dan
penyayang. Permintaan pertama, satu-satunya permintaan, yang tidak bisa Chi Cheng tolak. Meski hatinya hancur, dia setuju. Meski setiap tatapan pada Wu Xiaolian terasa seperti pengkhianatan, dia berjanji.
Tapi kehidupan tidak pernah sesederhana permintaan seorang adik.
Wang Zhen muncul-pria liar dari masa lalu Wu Suo Wei yang tidak takut mengungkapkan perasaan. Kehadirannya memaksa Wu Suo Wei untuk pertama kali mempertanyakan apa yang sebenarnya dia rasakan setiap kali Chi Cheng menatapnya sedikit terlalu lama.
Setiap kali tangan mereka bersentuhan sedikit terlalu sering. Setiap kali nama "kakak" terasa salah di lidahnya.
Sementara itu, Chi Cheng terjebak dalam pernikahan yang dia lakukan demi cinta yang tidak bisa dimiliki. Dia melihat Wang Zhen mendekati Wu Suo Wei, dan api yang dia kubur selama lima belas tahun mulai membakar tanpa kendali.
Tapi bagaimana dia bisa mengklaim apa yang bukan miliknya? Bagaimana dia bisa mengatakan kebenaran, ketika kebenaran akan menghancurkan semuanya-termasuk Wu Xiaolian yang tidak bersalah?
"Dia menyelamatkanku dari neraka. Lalu aku mengirimnya ke sana." - Wu Suo Wei