alexa_diandra13
- Reads 6,324
- Votes 470
- Parts 29
BxB.
"Hanya butuh satu hirupan napas untuk menyadari bahwa kau bukan lagi milikmu sendiri."
Areshta Mandala percaya bahwa sosiologi adalah tentang pola manusia yang bisa diprediksi. Namun, ia tidak pernah bisa memprediksi Xavier Baskara. Di mata dunia, Xavier hanyalah mahasiswa pewaris takhta korporasi yang arogan. Namun bagi Areshta, Xavier adalah aroma pinus yang menyesakkan-sebuah predator yang perlahan menghapus jarak, ruang, dan privasi dari hidupnya.
Dimulai dari tatapan yang terlalu lama di ruang kelas, berakhir pada sebuah pengasingan di lantai tertinggi sebuah penthouse yang kedap suara. Areshta tidak hanya kehilangan kariernya; ia kehilangan hak atas udara yang ia hirup.
Xavier tidak meminta izin. Ia tidak menawarkan pilihan. Ia hanya membangun sebuah sangkar gading yang terlalu indah untuk disebut penjara, namun terlalu kejam untuk disebut rumah. Di sana, di balik pintu-pintu yang terkunci rapat, simfoni aroma dimulai-sebuah lagu tentang kepemilikan biologis, penyerahan yang dipaksa, dan benih obsesi yang mulai berakar jauh di dalam rahim sang Omega.
Jangan bertanya tentang pelarian. Di dunia Xavier, tidak ada jalan keluar selain melalui pelukannya. Karena saat kuncinya telah dibuang ke dasar laut, satu-satunya hal yang tersisa hanyalah kepasrahan pada sang predator yang memuja setiap hela napasmu.
"Selamat datang di semestaku, Mas. Di sini, kau tidak butuh dunia. Kau hanya butuh aku."