Arum_astri12
- Reads 2,998
- Votes 292
- Parts 30
Lantai batu di sekitar Sumur Drupadi terasa dingin di bawah sepatu bot Nindita Veestara. Sebagai mahasiswa arkeolog muda berusia 22 tahun, India bukan sekadar destinasi riset baginya, dia merasa ini adalah potongan kepingan rindu yang tak bisa ia jelaskan, seolah ada janji ribuan tahun lalu yang lupa ia tepati, dan seakan ada kisah yang belum tuntas yang terus memanggilnya.
Vee berdiri di tepian, menatap pantulan dirinya di permukaan air yang gelap. Pikirannya melayang, ingatannya dipenuhi potongan kisah Mahabarata yang selama ini ia pelajari dan ia tonton diserial tv. Tentang pengorbanan, tentang perang saudara, dan tentang permainan takdir (Dharma). Ia merasa ada benang merah yang menariknya jauh ke ribuan tahun silam, khususnya pada satu sosok: Putri Subadra. Vee selalu merasa ada yang belum tuntas dari kisah adik kesayangan Krisna dan Balaram tersebut.
"Kenapa aku merasa sangat mengenalmu?" bisik Vee pelan
Ia melamun, membayangkan bagaimana Subadra dahulu berjalan di tanah yang sama, menghadapi takdir di tengah kemelut perang saudara.
"Takdirmu sudah menunggu, Nindita..."
Sebuah bisikan lembut, semerbak harum bunga teratai, tiba-tiba memenuhi indranya. Vee tersentak, dia menoleh mencari sumber suara, namun kakinya kehilangan tumpuan pada batu yang licin.
Zrrrasssh!
Tubuh Vee terperosok. Air sumur yang seharusnya dangkal itu mendadak terasa seperti samudera tak berdasar. Saat kegelapan mulai merenggut kesadarannya, ia melihat cahaya keemasan dari dasar air, dan sosok wanita yang sangat mirip dengannya-mengenakan sari mewah-mengulurkan tangan ke arahnya
fyi: ini adalah cerita pertamaku karena aku fans karakter subadra, lalu ini juga tidak 100% original seperti mahabarata asli karena ini sesuai dengan imajinasiku saja dan mungkin beberapa hal aku mengambil referensi dari AI dan serial dari mahabarata juga