tulisanirpan
Cerita: Di Balik Layar Amartha
Namaku Irpan, seorang Bisnis partner data di Amartha. Aku bergabung 1 bulan lalu, dengan semangat membara ingin berkontribusi pada inklusi keuangan di Indonesia. Awalnya, aku hanya tahu Amartha sebagai platform peer-to-peer lending. Tapi begitu masuk, aku sadar: ini lebih dari sekadar angka dan pinjaman-ini tentang dampak nyata.
🌟 Suka: Misi yang Menginspirasi
Setiap pagi, aku datang ke kantor (atau login dari rumah) dengan satu motivasi: membantu ibu-ibu di pelosok desa mendapatkan akses modal. Aku pernah ikut ke lapangan, ke desa di Pasir Penyu melihat langsung bagaimana Bu Siti, seorang penjual keripik, bisa memperluas usahanya berkat pinjaman dari mitra Amartha. Rasanya... haru. Data yang kukerjakan ternyata punya wajah dan cerita.
Tim di Amartha juga luar biasa. Budaya kerja kolaboratif, penuh semangat, dan terbuka. Kami sering brainstorming bareng, bahkan CEO pun terbuka untuk diskusi. Ada program "Impact Day" tiap bulan, di mana kami bisa turun langsung ke lapangan atau ikut pelatihan sosial.
🌧️ Duka: Tantangan dan Tekanan
Tapi tentu tak semuanya manis. Dunia fintech itu cepat dan penuh tekanan. Target tinggi, deadline ketat, dan sistem yang terus berkembang. Pernah suatu kali, sistem scoring kredit yang kubangun gagal memprediksi risiko dengan akurat. Beberapa mitra mengalami gagal bayar. Aku merasa bersalah, meski tahu ini bagian dari proses belajar.
Kadang juga muncul dilema etis: bagaimana menyeimbangkan profit perusahaan dengan misi sosial? Apakah kita terlalu agresif dalam ekspansi? Apakah semua mitra benar-benar siap menerima pinjaman? Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengusik.
🌈 Akhirnya: Bertumbuh Bersama
Meski penuh tantangan, aku merasa tumbuh di sini. Aku belajar bahwa bekerja bukan hanya soal gaji atau jabatan, tapi tentang kontribusi. Di Amartha, aku menemukan makna. Kami bukan hanya membangun teknologi, tapi juga harapan.
Ikuti kegiatan suka duka Irpan di dalam Amartha