HutanPinus-
- Reads 3,532
- Votes 337
- Parts 9
Matanya terbelak bagai hendak meledak. Suaranya mencicit, tercekat di ujung tenggorakan. Lantas, badannya yang telah lama menanggung sakit berkepanjangan, rebah ke buana. Sorak-sorai bagai dengung lebah di kepala, cicitan kuda pemberontak terdengar layaknya semilir di kejauhan.
Kelopaknya terkulai, tubuhnya seakan bunga layu yang habis dipijak anak-anak di tanah. Tirai itu akhirnya tak lagi mau menampakkan keindahan di sebaliknya.
Samar-samar bisikan dingin terdengar layaknya gemuruh di detik akhirnya.
"... Pergilah ke neraka."
Warning: Violence, blood, character deaths, Etc.
BoBoiBoy © Monsta
[Fantasy? Hurt/comfort? Angst? Here we go ☠️]