matchaholic16
Kalea kecil adalah saksi bisu sekaligus korban dari runtuhnya kewarasan itu. Ibunya mulai melihat Kalea bukan sebagai anak, melainkan sebagai beban atau bahkan ancaman. Puncaknya terjadi di suatu sore yang tenang, saat sebuah hidangan rumahan disajikan dengan senyum ganjil dari Sang Bunda. Tanpa Kalea tahu, makanan itu telah dicampur dengan racun, sebuah upaya "pembersihan" dari pikiran ibunya yang terdistorsi. Sejak saat itu, setiap aroma masakan rumah bagi Kalea bukan lagi tentang kehangatan, melainkan bau kematian yang menyengat. Kejadian itu menanamkan benih Cibophobia yang ekstrem; rasa takut yang melumpuhkan terhadap makanan yang tidak ia siapkan sendiri.
Perceraian pun menjadi akhir yang tak terhindarkan. Bundanya memilih pergi ke Australia, memulai hidup baru dengan suami baru, seolah-olah ia bisa menghapus jejak trauma yang ia tinggalkan di batin putrinya. Harapan Kalea untuk pulih sempat membuncah saat tinggal berdua dengan Ayahnya, namun harapan itu pupus ketika Ayah memutuskan untuk menikah lagi. Kehadiran ibu tiri dan dinamika baru di rumah itu membuat Kalea merasa seperti orang asing di tanah kelahirannya sendiri.