chipazz
- Reads 1,490
- Votes 509
- Parts 6
Dalam rengkuhan derita yang menjalar di raga Juano, ia menyadari sesuatu. Bahwa kehidupan dengan segala duka nestapa, tetap menyimpan setitik indah tak ternoda dengan getir.
Namun, sengsara yang mengajar tak hendak melepaskan genggamannya begitu saja.
Hingga suatu kala, saat gulita menyelimuti, ia merasakan ketentraman tak terkatakan.
Pada purnama ke-21 hari kelahirannya, Juano membuat harapan di relung hari. Permohonannya tak biasa; ia memohon sepenuh hari agar semesta segera membuatnya mati.
06/08/24 #2 wishes 🥈
01/09/24 #3 wishes 🥉
10/09/24 #2 wishes 🥈
08/01/25 #3 wishes 🥉