zephyrteez
- Reads 4,285
- Votes 304
- Parts 20
Draco tak pernah membiarkan siapa pun menyentuh Harry.
Tapi dia sendiri selalu menyakitinya.
Dengan kata-kata yang tajam. Dengan sorotan mata yang menghina. Dengan kehadiran yang terasa seperti jerat.
Harry mencoba melawan. Tapi sekeras apa pun ia membenci Draco, tubuhnya selalu bereaksi. Jantungnya berdegup terlalu cepat. Napasnya kacau.
Draco mempermainkannya-menarik dan mendorong, menghancurkan lalu menarik kembali.
Dan saat akhirnya Harry pecah, bukan teman-temannya yang datang... tapi Draco, yang diam-diam mendekat tanpa sepatah kata pun.
"Kenapa kamu peduli?" tanya Harry dengan suara pecah.
"Karena kau milikku, Potter," bisik Draco pelan. "Aku yang menghancurkanmu. Dan hanya aku yang boleh memperbaiki."