Zaini_25
Di desa Gading Mulyo, Kampung kecil yang tenang, di mana suara radio transistor bersaing dengan kokok ayam, dan kabar menyebar lebih cepat lewat bisik-bisik tetangga daripada lewat surat.
Arif, pemuda sederhana, jatuh hati pada Zahra, gadis berkerudung yang senyumnya bikin degup jantung seakan tak selaras dengan detik jam dinding. Tapi hidup di kampung bukan cuma soal cinta. Ada harga diri, kemiskinan, dan omongan orang yang tajam seperti silet.
Demi masa depan, Arif berangkat merantau ke Kalimantan Selatan. Naik kapal kayu, bergelantungan di bus ekonomi, dan bekerja memanggul karung di pasar. Di sakunya, hanya ada surat-surat lusuh dan tasbih pemberian Zahra.
Sementara di kampung, Zahra menanti. Berjuang menolak lamaran lelaki lain, menepis gosip yang makin kencang. Tahun-tahun berganti, tapi satu hal tak pernah berubah: rindu.
Langkah di Jalan Setapak adalah kisah cinta, perjuangan, dan tawa ala 90-an. Tentang lelaki yang ingin pulang bukan hanya membawa rindu, tapi juga harga diri. Karena di ujung jalan setapak, selalu ada yang setia menunggu.
---