sheljptri
- Reads 7,746
- Votes 2,749
- Parts 24
Zeela menyebut kemampuannya sebagai 'Gema'. Sebuah resonansi yang memungkinkannya menyerap perasaan orang lain. Amarah, duka, hingga kegembiraan yang meluap bisa ia rasakan lewat gelombang tak kasat mata. Bahkan jika perasaan itu terlalu intens, Zeela sanggup mendengar potongan suara batin mereka.
Namun, Kaivan Arel adalah pengecualian. Cowok berisik, tengil dan hobi menjulidnya adalah satu-satunya manusia yang tidak pernah Zeela rasakan emosinya. Aneh bukan? Apakah Kaivan bukan manusia?
Menginjak usia 17 tahun, kemampuan Zeela berkembang. Ia tak lagi sekadar menangkap luapan perasaan manusia, tapi juga memori yang tertinggal pada benda dan tempat. Ia bisa melihat kilas balik peristiwa tragis atau bahagia yang pernah terjadi di sana.
Di tengah itu, muncul Haikal. Siswa baru misterius itu memiliki anomali yang sama dengan Kaivan. Ia tak terdeteksi. Namun, ada sebuah rahasia besar terungkap. Ternyata Haikal adalah anak Zeela dari masa depan. Kedatangannya tidak hanya membawa peringatan, tapi juga jawaban mengapa sosok Kaivan selalu menjadi misteri bagi kekuatannya.