Jujuuu_aeri
- Reads 2,319
- Votes 270
- Parts 18
Di tanah Jawa, ada nama-nama yang tidak perlu diperkenalkan.
Kartakoesoemah dan Prabaswara adalah dua di antaranya.
Dua keluarga lama yang tumbuh dari akar yang sama-Jawa, namun membangun kejayaan mereka melalui jalan yang berbeda.
Keluarga Kartakoesoemah dikenal dengan ketenangan, intelektualitas, serta kerajaan bisnis yang dibangun tanpa pernah kehilangan sentuhan warisan leluhur. Sementara keluarga Prabaswara memiliki pengaruhnya sendiri; sebuah nama yang lekat dengan tanah, properti, investasi, dan jaringan keluarga yang telah terjalin jauh sebelum generasi mereka lahir.
Di antara dua nama besar itu, terdapat dua pewaris.
Saskara Kartakoesoemah.
Tenang, berkelas, nyaris selalu terlihat sempurna. Ia dibesarkan untuk memahami bahwa sebuah nama keluarga bukan hanya sesuatu yang dibawa di belakang nama, melainkan sesuatu yang harus dijaga sepanjang hidup.
Dan
Arawangi Prabaswara.
Lebih bebas, lebih berani, namun sama-sama dibesarkan di balik dinding kehidupan yang tidak pernah sederhana. Ia tahu bagaimana rasanya hidup dengan segala kemewahan yang diwariskan, sekaligus memahami bahwa menjadi seorang Prabaswara berarti memiliki banyak hal untuk dipertahankan.
Dua keluarga.
Dua nama besar.
Dua kehidupan yang sejak awal seharusnya berjalan beriringan tanpa pernah saling mengganggu.
Sampai keduanya memilih untuk saling mencintai. Mereka tidak membutuhkan restu dari dunia.
Namun mereka tetap membutuhkan restu dari dua keluarga yang telah membangun nama selama puluhan tahun.
Karena di dunia tempat warisan lebih tua daripada perasaan, mencintai seseorang bukan hanya tentang memilih hati.
Terkadang, cinta berarti memilih apakah sebuah nama keluarga akan menjadi alasan untuk berpisah-atau justru menjadi alasan untuk tetap tinggal.
Dua pewaris.
Dua wangsa.
Dan satu cinta yang membuat dua keluarga lama itu harus belajar bahwa warisan terbesar tidak selalu berupa harta.
Kadang, ia berupa seseorang yang memilih untuk pulang kepada kita.