cheryberies1
"Jika kalian menolak jadi tempatku berteduh, lalu di dunia seluas ini, pintu mana lagi yang akan kubuka untuk pulang?"-Sora.
●●●
Sora rasa, hidupnya ya bakal begini-begini saja. Waktu cuma lewat tanpa arti. Sora selalu dicekoki omongan orang tuanya kalau dunia luar itu jahat, jadi ia terjebak di dunianya sendiri.
Sudah 15 tahun ia hidup, entah untuk apa. Tubuhnya kurus kering, nggak bisa apa-apa. Teman satu-satunya cuma ponsel di tangan. Sora benar-benar nggak habis pikir sama orang tuanya; kelakuan mereka selalu nggak masuk akal dan nggak ada gunanya.
Dari kecil, pemandangan sehari-hari Sora cuma narkoba, obat-obatan terlarang, alkohol, sama rokok. Sora pengin banget nyetop mereka, tapi mau gimana? Nyalinya ciut, ia nggak punya keberanian sedikit pun buat ngelawan.
Setiap hari, Sora cuma jadi samsak hidup. Kalau ayahnya lagi kalah judi online, Sora yang kena imbasnya.
Wajah dan badannya sering jadi pelampiasan amarah ayahnya yang nggak jelas. Belum lagi ibunya, yang hobinya bawa pria lebih muda ke rumah. Ibu royal banget kasih uang ke lelaki itu, seolah mereka kaya raya, padahal aslinya morat-marit.
Sora sering bingung, bagaimana bisa mereka hidup setenang itu seolah nggak punya dosa besar setelah menghabisi nyawa kakaknya sendiri? Padahal dulu, cuma kakaknya yang jadi teman satu-satunya buat Sora.
Mereka benar-benar nggak punya hati.
Bahkan selama 15 tahun hidup, Sora nggak pernah sekalipun menginjakkan kaki di sekolah. Tapi, dunianya mendadak berubah saat ayahnya tiba-tiba menawarinya untuk sekolah.