piyajakrapart
Di kerajaan Varellion, kekuasaan bukan hanya tentang tahta-
tapi tentang siapa yang bisa mengendalikan... dan siapa yang akhirnya dikendalikan.
Pangeran William Lucien Arcturus Valerius de Varellion adalah pemilik segalanya-kekuasaan, kendali, dan rasa takut dari seluruh istana. Ia tidak pernah kehilangan apa pun.
Sampai seorang maid masuk ke dalam hidupnya...
dan menolak untuk tunduk.
Estelle Seraphine Noirvelle bukan pelayan yang patuh.
Tatapannya terlalu berani. Senyumnya terlalu menantang.
Dan caranya memperlakukan sang pangeran... seolah ia tidak takut dihancurkan.
Itu kesalahan terbesarnya.
Atau... justru awal dari segalanya.
William tidak menyukai pembangkangan.
Ia menghancurkannya.
Namun pada Estelle-
ia memilih sesuatu yang lebih berbahaya.
Mengikatnya.
Menahannya di sisinya.
Memastikan bahwa "maid" itu... tidak akan pernah bisa pergi.
Apa yang dimulai sebagai permainan kuasa berubah menjadi obsesi.
Tatapan menjadi tuntutan.
Perintah berubah menjadi kebutuhan.
Dan Estelle-yang terlihat seperti mangsa-
justru menikmati setiap batas yang dilanggar.
Ia mendorong. Menggoda. Memancing sisi tergelap William...
lalu tersenyum saat pangeran itu kehilangan kendali.
Hubungan mereka bukan cinta.
Ini adalah ketergantungan yang beracun.
Saling melukai.
Saling memiliki.
Saling menghancurkan... tapi tak mampu melepaskan.
Karena di istana ini-
sekali kau menjadi milik sang pangeran...
kau tidak akan pernah benar-benar bebas.