seas_on
panduan baca cek bio
"Beberapa rahasia menolak untuk dikubur, meski kasusnya telah ditutup."
Dua tahun lalu, Alpha High School kehilangan salah satu siswanya. Tanpa motif, tanpa jejak dan tanpa saksi-hanya sebuah piano klasik di ruang seni yang menjadi saksi bisu permainan terakhirnya sebelum dia raib ditelan sunyi.
Setahun pencarian berakhir sia-sia. Pihak berwenang menyerah, sekolah memilih lupa dan kasus dinyatakan selesai. Namun, tepat tujuh hari setelah lilin harapan itu dipadamkan, sesuatu yang mustahil terjadi.
Tepat pukul enam sore, saat koridor sekolah mulai menua dalam remang senja, denting piano itu kembali terdengar. Melodi yang sama, tempo yang sama dan kepedihan yang sama. Di balik pintu ruang seni yang terkunci rapat, piano itu bermain sendiri...memanggil siapa pun yang berani mengusik alasan di balik sebuah kehilangan.
Hera : "Itu yang omongannya kurang ajar kaya anjing, lidahnya minta di potong pake gergaji, kah?!"
Hanan : "Astagfirullah Hera. Lu itu cewek, jangan kaya induk gorila napa?"
Riki : "Itu si Hanan nyalinya gede banget pake ngatain Hera. Dijadiin Hanan geprek tau rasa."
Sean : "Biarin aja biarin, saudarinya Dyaz itu spesial, harus di lestarikan."
Dyaz : "Lu kira saudari gue satwa langka?"
From : genius dangerous universe
Written by : articsicic