shiro_sannn
Dunia melihatnya sebagai senjata. Tetapi, dia hanyalah seorang anak kecil yang merindukan kasih sayang dari orang tua.
Namanya Rei, dia anak yang tidak pernah ceria ataupun tertawa ekspresi nya selalu datar. Itu karena dari kecil dia tinggal bersama ayahnya yang merupakan penjudi dan pemabok, ibunya meninggalkan nya dari kecil karena menikahi pria lain.
Dan malang setiap hari Rei harus berkeliaran di jalanan untuk mencari makanan di tong sampah, karena ayah nya tidak bekerja dan menyuruh nya untuk mencuri. Namun, saat ia mencuri roti di supermarket. Ia ketahuan, dan dipukulin habis-habisan. Sehingga tubuh mungil itu tergeletak di jalanan, lapar dan kesakitan ia rasakan semuanya.
Saat Ia pikir, ia akan mati. Tiba-tiba saja seorang pria berjas putih datang dan menawarkan nya untuk ikut dengan nya. Rei yang masih anak kecil mengangguk dan ikut dengan pria berjas itu, ia pikir ia akan di perlakuan dengan baik.
Namun dia dijadikan monyet percobaan untuk menjadi senjata manusia, Esper: seseorang yang dapat membaca isi pikiran orang lain. Dan akan di jual ke aliansi pembunuh bayaran, dan saat itulah anak itu harus membunuh di umur yang sangat muda.