My SunMoons (On Going/New)
161 stories
Off The Script  by Azaleasyaa_
Azaleasyaa_
  • WpView
    Reads 34,016
  • WpVote
    Votes 376
  • WpPart
    Parts 3
Di hadapan lensa kamera, naskah Verdict of Us Season 2 menuntut Barra Erlangga dan Elmira Kirana bertransformasi menjadi sepasang kekasih dewasa yang mapan dan saling memiliki seutuhnya. Bagi publik, cast lain, dan sutradara, sentuhan tangan mereka, pelukan protektif, dan tatapan intens di antara mereka hanyalah bukti totalitas dua aktor papan atas yang chemistrynya sudah tidak diragukan. Namun, di balik riuh belakang kamera, dinginnya lantai studio, dan segalanya berjalan jauh di luar kendali skenario. Lima tahun lalu, Barra mengubur rasa cintanya di balik label "partner kerja" demi menghormati semua perasaan yang ada. Kini, saat pria itu telah bebas dari semua hal yang mengikat dan dia siap memperjuangkan semuanya, Elmira justru terjebak dalam perang batin yang terhimpit perasaan yang bekecamukan, takut perhatian manis Barra hanyalah ilusi dari peran yang mereka mainkan. Ketika kata "Cut!" tak lagi sanggup menghentikan debar di dada dan sentuhan tangan tak lagi menunggu aba-aba sutradara, keduanya dipaksa menghadapi satu kebenaran yang tak pernah tertulis di atas script, yaitu rasa yang mereka miliki sudah terlalu lama hidup di luar naskah.
BAD BO(Y)SS by itsodella
itsodella
  • WpView
    Reads 2,968
  • WpVote
    Votes 321
  • WpPart
    Parts 11
Emeric Kieran pewaris perusahaan fashion yang lebih memilih hidup bebas daripada bekerja di kantor. Ia selalu menolak bekerja di perusahaan fashion milik keluarganya. Baginya, kehidupan kantor hanya akan mengulang masa kecil yang dipenuhi kesepian karena kedua orang tuanya terlalu sibuk bekerja. Dibanding meneruskan perusahaan ayahnya, Eric bersama anggota geng motor yang dikenal dengan "Asterion" memilih untuk mengisi waktu dengan balapan. Di sisi lain, Elarine Arlisse hanya memiliki satu kesempatan terakhir untuk menyelamatkan butik impiannya. Kesempatan itu datang dengan syarat yang terdengar mustahil. Namun, bukan Ela namanya jika menolak tantangan yang diberikan. Keadaan mendesak yang memaksa Ela untuk menjadi seorang personal assistant mempertemukan ia dengan Eric. Seorang bos yang dikenal sebagai bad boy bagi banyak orang.
Unrequited Silence by thistertata
thistertata
  • WpView
    Reads 9,276
  • WpVote
    Votes 1,565
  • WpPart
    Parts 19
"Ada cinta yang memang tak pernah ditakdirkan untuk dibalas, namun justru bagian paling tulus dari hati." Anvaya Kailash Zaltana "Dia tidak pernah pandai mencintai dalam diam. Cintanya selalu berisik, penuh perhatian, penuh gangguan kecil yang tak pernah berhenti. Lucunya, saat semua itu menghilang, aku justru paling merindukan suaranya." Arghanta Javasadewa Tanoedirja
Kalau Bukan Kamu, Siapa? by NadirArkan
NadirArkan
  • WpView
    Reads 591
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 14
Ada orang yang datang untuk dikenang. Ada yang datang untuk mengajarkan. Ada juga yang datang hanya untuk singgah. Tapi, ada satu orang yang selalu tinggal. Menjadi tempat pulang tanpa pernah diminta. Lucunya, kita sering sibuk mencari seseorang yang baru. Padahal orang yang kita cari... sudah duduk di sebelah kita sejak lama. -RuangKata, 2026
Yang tidak pernah selesai (Season 2)  by Fazhraaaaa
Fazhraaaaa
  • WpView
    Reads 1,656
  • WpVote
    Votes 199
  • WpPart
    Parts 4
Kisah "Antara kita dan Rahasia" dalam bentuk baru dan suasana yang lebih haru. Semoga antusias, support dan cintanya masih sama untuk keluarga kecil ini. See you, sampai bertemu kembali dengan kisah ayah dan ibu! 🤍
Midnight Heart by sanaavr
sanaavr
  • WpView
    Reads 273
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 3
Regan yang awalnya hanya ingin menikmati suasana baru di lingkungan tempat tinggal barunya tiba-tiba harus dipertemukan dengan perempuan asing yang mengusik hatinya. Setiap yang sirna akan terganti oleh yang baru, meski tak semudah itu hati menerima. Namun, jika perasaan yang samar hadir di tengah redupnya jiwa; mengapa semesta selalu menghadirkan banyak cara untuk menjawab segala persoalan yang tak pasti?
Ride With Me by Narayaasha
Narayaasha
  • WpView
    Reads 1,885
  • WpVote
    Votes 245
  • WpPart
    Parts 9
Auren Kaelan Gamalandra terbiasa menjalani malam sendirian. Hingga suatu hari, ia berhenti untuk seorang perempuan asing yang menangis di halte dan salah mengiranya sebagai pengemudi ojek online. Shazia Athania Keya tak pernah menyangka, kesalahan kecil itu justru membawanya masuk ke dunia Auren-dunia yang dipenuhi suara mesin, perjalanan tengah malam, dan luka yang belum sembuh. Di antara tawa, hujan, dan perjalanan tanpa tujuan, keduanya perlahan menemukan arti pulang. Namun, saat masa lalu kembali datang, mereka harus memilih tetap melaju bersama... atau berhenti di tengah jalan. "Ride with me?" Kadang, satu perjalanan bisa mengubah seluruh hidupmu.
Pesona 𝒮𝒽𝒶𝓃𝒾𝓃𝒹𝓎𝒶! by wooodyta
wooodyta
  • WpView
    Reads 16,482
  • WpVote
    Votes 1,769
  • WpPart
    Parts 26
Hai?👋 Jadilah pembaca yang bijak, untuk menghargai karya penulis. Dengan cara follow akunnya dan vote serta komen setiap ceritanya🧚🏼‍♀️ SEKALI LAGI- BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA. NOTE, SEMUA YANG TERLIBAT & ADA DI CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA & VISUAL YANG DIGUNAKAN JUGA HANYA SEBAGAI PENDUKUNG dan PEMANIS. Cover dan gambar by Pinterest edit sedikit. Gunakan font cochin, palatino , times new roman atau halofer text dengan ukuran paling kecil. Supaya tulisan makin cantik ketika dibaca oleh netra. Upload setiap sempat hihi 📝 ************************************************* Main cast: Shanindya Naura Sallika •designer, traveller •lama di luar negeri •26 tahun Shagara Ronald Mahardika •penyanyi •famous •29 tahun
Kesempatan Kedua by Anothergurls_
Anothergurls_
  • WpView
    Reads 2,466
  • WpVote
    Votes 299
  • WpPart
    Parts 8
Ketika perempuan sudah sampai di titik kecewa, mampukah ia memberikan kesempatan kedua untuk seseorang yang sudah melukai hatinya?
Obsidian Kiss by baraask3232
baraask3232
  • WpView
    Reads 963
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 12
Mira bukan perempuan yang percaya keberuntungan. Ia percaya spreadsheet, tenggat waktu, dan kopi hitam tanpa gula. Dua puluh delapan tahun hidupnya dihabiskan dengan hal-hal yang bisa dikalkulasi. Suaranya bukan suara orang yang mengancam. Justru itu yang membuatnya lebih mengerikan - tenang seperti seorang dokter yang memberitahu hasil lab. Mira melakukan hal paling bodoh yang bisa ia lakukan: ia tidak lari. Ia menatap balik. "Saya tidak melihat apa-apa," katanya. Suaranya nyaris tidak gemetar. Nyaris.