Dipatrenggono
- Reads 370
- Votes 116
- Parts 57
Karya Original dari Dipa trenggono. mengisahkan dua perjalanan yang bergerak sejajar dalam rentang waktu berbeda, namun perlahan mengarah pada satu muara yang sama.
Di satu jalur, Luki dan Pura menempuh pengembaraan sunyi menelusuri jejak retakan waktu, sebuah peristiwa ganjil yang meninggalkan bekas pada tanah, ingatan, dan sejarah manusia. Setiap langkah membawa mereka pada serpihan masa lalu yang tidak sepenuhnya mati dan masa depan yang belum benar-benar lahir. Mereka tidak mencari keajaiban, melainkan jawaban. Namun semakin dalam penyelidikan dilakukan, semakin jelas bahwa retakan itu bukan sekadar luka alam, melainkan akibat pilihan manusia pada masa silam.
Di jalur lain, Naraseta melangkah sebagai penuntun bagi seorang pemuda bernama Iswarayana. Tanpa gegap gempita dan tanpa janji kemuliaan, Iswarayana diperkenalkan pada dunia persilatan yang keras, penuh siasat, dan sarat konsekuensi. Naraseta tidak mengajari jalan pintas, hanya menunjukkan cara berdiri tegak saat pilihan menjadi sempit. Setiap pertemuan, setiap pertarungan, membentuk Iswarayana sedikit demi sedikit, bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai manusia yang harus memikul akibat dari langkahnya sendiri.
Dua garis waktu ini berjalan terpisah, namun diikat oleh satu tujuan yang sama: menutup lingkaran sebab dan akibat yang telah lama dibiarkan terbuka. Ketika masa lalu menuntut pertanggungjawaban dan masa kini dipaksa memilih arah, pertemuan keduanya menjadi keniscayaan.
Sebuah kisah perjalanan, tentang bimbingan dan pencarian, tentang waktu yang retak dan manusia yang mencoba memperbaikinya, meski harus membayar dengan harga yang tidak ringan.