jiwawarasnya_ecan
"Rumah" bagi Hakiel ternyata bukan tempat.
Melainkan seseorang bernama Reilyn.
Di tengah hidup yang penuh tuntutan, ego, dan perasaan yang sama-sama sulit diungkapkan, Hakiel dan Reilyn tumbuh menjadi dua manusia yang tanpa sadar selalu kembali satu sama lain.
Dimulai dari hubungan yang dipenuhi adu mulut, gengsi, dan perhatian kecil yang terlalu tulus untuk disebut sekadar teman, keduanya perlahan terjebak dalam perasaan yang datang diam-diam... namun menetap paling lama.
Hakiel selalu ada dengan cara paling tenang.
Sedangkan Reilyn, tanpa sadar, mulai menjadikan Hakiel tempat pulang untuk segala lelahnya.
Tapi mencintai seseorang yang sudah terasa seperti rumah juga berarti siap menghadapi rasa takut kehilangan.