aeraxiee
- Reads 1,815
- Votes 286
- Parts 4
Masih salah satu bagian dari His Last Stop
────────────
Jika tanpa Halilintar, bagaimana Taufan tetap berdiri?
Sehari tanpanya terasa hampa. Minggu berganti, bulan menyusul. Tetapi kehilangannya masihlah menyakitkan ketika di ingat.
Andaikan ia tak sebodoh itu, mungkin Halilintar tidak akan pergi secepat ini.
Taufan tersenyum kecut. Sekarang ia tak tahu lagi bagaimana caranya agar dapat tersenyum disaat ingatannya hanya tertuju pada satu nama yang tak akan ia lihat lagi di dunia, Halilintar Gadeon.