NazillaSalsabilaPutr
Tiba - tiba saja , usianya belum genap dua puluh lima , Kenzo Althar Adikara harus memikul tanggung jawab besar . Kehilangan saudara kandung dan kakak iparnya dalam kejadian mobil membuat hidupnya berubah ke arah yang drastis . Anak kecil bernama Bara, masih empat tahun, kini tinggal bersamanya tanpa pilihan lain . Si bocah menyebutnya "papa" meski tahu kenzo hanya pamannya sendiri . Dari sorot mata polos itu, lahirlah ketergantungan yang tak bisa ditolak . Satu-satunya orang tua yang dimiliki sang anak ada di depan matanya - tak lebih dari kerabat dekat yang terpaksa jadi pelindung .
Tak jauh dari hiruk pikuk kerja Kenzo di kantor miliknya , muncul sosok Aluna Kirana Athena - asisten pribadinya, cekatan , dengan sikap yang sering membuat orang merasa nyaman seperti ada pelukan tanpa disentuh . Bukan cuma soal tugas yang selesai tepat waktu , dia juga punya cara menenangkan Bara saat suasana mulai berat , sampai akhirnya dinamika mereka bertiga mengental pelan - pelan , bukan karena rencana , melainkan saling isi yang tak terduga .
Lewat tawa yang meledak tiba - tiba , kisah ini menyelipkan kejutan dan detak jantung yang tak terduga . Rutinnya hari Kenzo berubah saat Bara bersenda gurau dengan Aluna, kadang polos, sering membuat senyum tersungging tanpa alasan . Rasa dekat itu tumbuh perlahan , bukan lewat kata - kata besar , melainkan gerak kecil yang sulit diabaikan . Perempuan bernama Aluna itu hadir seperti angin sore - tenang , tapi cukup kuat untuk mengacak suasana hati Kenzo . Ia bukan hanya tempat Bara pulang , tapi juga cermin yang menampilkan sisi lain dari laki - laki yang selalu ingin menjaga jarak .