Keymalaaa
- Reads 1,803
- Votes 94
- Parts 2
Di dunia tempat kekuasaan lebih berharga daripada perasaan, Apsarendra De Rajendra
memahami satu hal sejak awal, pernikahan bisa menjadi tameng paling aman. Pernikahan ini tidak
pernah menjanjikan cinta. Ia hanya menjanjikan perlindungan, tanggung jawab, dan kesepakatan
politik.
Diplomat Indonesia - Belanda dengan masa lalu kelam itu menikahi Non Bulan Atmika putri
Menteri Luar Negeri bukan karena cinta, melainkan demi bertahan dari intrik politik yang mengincar namanya. Bagi Bulan, pernikahan tersebut adalah kompromi pahit agar ia tetap bisa mengejar
mimpinya sebagai dokter dan menjauh dari dunia politik yang mengekang hidupnya sejak kecil.
Di antara pernikahan tanpa romansa, perhatian kecil yang tak terucap, dan jarak yang justru
mendekatkan, jebakan politik mulai menggerogoti kepercayaan. Apsarendra dihadapkan pada pilihan
yang tak pernah ia rencanakan, mempertahankan ambisi yang menjanjikan kekuasaan, atau memilih
keluarga yang tanpa sadar telah menjadi rumahnya.Kini
Apsarendra dihadapkan pada pilihan yang
paling ia takuti. Bertahan dalam perlindungan tanpa cinta, atau mempertaruhkan segalanya demi
perasaan yang akhirnya ia miliki meski itu berarti kehilangan kendali, dan mungkin kehilangan Bulan.