kisseypoketo
- Reads 7,044
- Votes 798
- Parts 7
•mengandung 🔞🔞
•harap bijak saat membaca
•jangan salah lapak
semua ini berawal dari capung.
anona amberiyn vergara, yang terlalu semangat mengejar serangga sampai lupa diri, menerobos masuk ke halaman rumah magmatra silas morvain- cowok paling galak dan paling anti-ribut, teguran pertama mereka bukan sesuatu yang manis. magma dengan nada datarnya yang tajam, amber dengan muka tengilnya yang sengaja menirukan cara magma berbicara, lengkap dengan ekspresi mengejek yang bikin darah naik.
harusnya itu jadi pertemuan pertama dan terakhir.
tapi amber bukan tipe yang tahu batas. besoknya dia lewat lagi, lusa-nya sengaja teriak lebih kencang, minggu depannya pura-pura nyari capung yang bahkan sudah tak pernah terlihat lagi. entah kenapa, halaman rumah magma jadi tempat favoritnya untuk cari masalah.
magma selalu bilang dia terganggu.
magma selalu bilang amber berisik.
magma selalu bilang, "jangan masuk sembarangan."
tapi magma juga selalu buka pagar.
lama-kelamaan, yang awalnya cuman teguran berubah jadi obrolan yang awalnya cuma saling kesal berubah jadi kebiasaan, dan tanpa sadar, magma yang terkenal kaku dan sulit didekati itu mulai menuruti permintaan-permintaan kecil amber-ngambilin minum, nemenin duduk sore, bahkan membiarkan bocah itu rebahan sembarangan di ruang tamunya.
amber terlalu manja.
terlalu berani.
terlalu sering senyum seolah tahu magma tidak benar-benar bisa marah, dan memang benar. magma tetap kesal setiap amber mengacak-acak hidupnya. fetap menghela napas setiap kali bocah itu mulai nakal berlebihan. tapi setiap kali batas itu dilewati, hukumannya cuman satu.
"Go to the corner."
amber akan berdiri menghadap tembok, pura-pura menyesal, walau kadang masih sempat tersenyum kecil karena tahu lima menit kemudian magma pasti datang menghampirinya duluan, karena pada akhirnya, yang paling tidak tahan bukan Donghyuck.
Melainkan magma sendiri.