meongnyangiez_
- MGA BUMASA 243
- Mga Boto 27
- Mga Parte 5
Dunia sedang tidak baik-baik saja.
Dunia telah hancur. Kota-kota yang dulu penuh dengan cahaya kini redup dalam gelap, tertutup debu dan reruntuhan. Langit selalu kelabu, seolah matahari pun enggan bersinar di atas tanah yang telah kehilangan peradabannya. Lautan menjadi sunyi tanpa kapal, hutan-hutan liar menelan sisa-sisa kehidupan yang pernah ada. Di antara kehancuran itu, hanya dua manusia yang tersisa-Lee Minho dan Kim Seungmin.
Mereka tidak tahu mengapa hanya mereka yang selamat. Tidak ada jawaban pasti, hanya sisa-sisa dunia yang terus memberi pertanyaan tanpa jawaban. Mereka berjalan melintasi kota-kota kosong, mencari tanda-tanda kehidupan lain, tetapi selalu berakhir dengan kekecewaan. Radio tetap sunyi, sinyal tetap mati-hanya suara langkah kaki dan napas mereka yang mengisi kesunyian.
Seungmin adalah seseorang yang tetap bertahan dengan harapan. Dia yakin bahwa di suatu tempat, ada orang lain yang juga selamat. Namun, Minho sudah hampir menyerah. Baginya, dunia yang hancur ini tidak menawarkan masa depan.
Setiap hari adalah perjuangan. Mereka bertahan dari cuaca yang semakin tak menentu, dari hewan-hewan buas yang kembali menguasai daratan, dari rasa lapar yang kian menyiksa. Namun, lebih dari itu, mereka berjuang melawan keheningan yang perlahan-lahan menggerogoti kewarasan mereka.
Di antara reruntuhan dunia, Minho dan Seungmin harus menghadapi pertanyaan terbesar: Apakah mereka ingin bertahan, ataukah mereka hanya menunda kehancuran yang tak terelakkan?