ariellejiell
- Reads 269
- Votes 46
- Parts 15
Menceritakan perjalanan seorang tokoh yang mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) dan menghabiskan masa remajanya untuk mencari tahu akar penyebab trauma yang ia alami. dimulai dengan mengingat-ingat kembali berbagai peristiwa dalam hidupnya. Termasuk mencari tahu alasan mengapa keluarganya berlaku seakan menutup sesuatu. Beberapa ingatan terhalang kabut, sementara yang lainnya terlalu jelas dan menyakitkan. Setiap langkah yang ia ambil untuk menggali masa lalu menghadirkan tantangan baru-tak hanya ingatan yang harus dihadapi, tapi juga rasa takut dan rasa malu yang tak kunjung hilang.
Di perjalanan ia mencari akar dari trauma nya Atmaja menjadi sosok yang selalu hadir dengan perhatian dan empati yang tulus. Ia bukan hanya sekadar pasangan, tapi seseorang yang perlahan meruntuhkan dinding yang Cenna bangun di sekeliling dirinya. Dengan sifatnya yang sabar dan penuh pengertian, Atmaja mulai menjadi bagian penting dalam kehidupan Cenna, menawarkan kenyamanan yang selama ini terasa asing baginya. Meskipun begitu, Cenna tetap merasa waspada, menjaga jarak emosional yang dalam, takut terluka lagi.
Namun, tidak semua perjalanan berjalan mulus. Di balik kedekatan , hubungan ini tanpa sadar membawa Cenna kembali ke luka-luka lamanya. Ketika Atmaja secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang mengingatkan Cenna pada trauma di masa lalu, yang membuat penyakit Cenna kambuh-Cenna langsung terjatuh ke dalam jurang ketakutannya. Baginya, itu bukan sekadar kesalahan kecil. Itu adalah cermin dari masa lalu. Kekecewaan ini terasa begitu dalam. 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘳𝘢 𝘬𝘪𝘳𝘢 𝘈𝘵𝘮𝘢𝘫𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯?
Di tengah konflik ini, Cenna dipaksa menghadapi masa lalunya yang selama ini ia pendam. Hubungan mereka menjadi lebih dari sekadar kisah cinta-itu adalah perjalanan berat menuju penyembuhan, tentang bagaimana cinta bisa menyentuh luka yang terdalam, tapi hanya keberanian dan kejujuran yang bisa benar-benar menyembu