xensuyan
- Reads 3,424
- Votes 474
- Parts 10
Pai Chen baru saja membeli sebuah traktor untuk membajak sawah di kampung halamannya. Namun sebelum sempat menikmati hasil kerja kerasnya, nasib mempermainkannya dengan cara yang paling tidak masuk akal. Ia terlempar ke dalam novel terakhir yang sempat ia baca-sebuah novel iklan murahan yang bahkan nyaris tidak memiliki pembaca. Yang lebih menyedihkan, cerita itu baru ditulis hingga bab ketiga, meninggalkan dunia yang belum sempurna dan masa depan yang sama sekali tidak jelas.
Ketika membuka mata, Pai Chen mendapati dirinya bukan lagi seorang manusia, melainkan seekor kelinci bertelinga panjang yang hidup di zaman asing yang tak pernah ia kenal. Tanpa tujuan dan tanpa petunjuk, ia mengembara dari satu tempat ke tempat lain, berusaha bertahan hidup di dunia yang terasa begitu luas dan liar. Dalam perjalanannya, ia menemukan sebuah telur terlantar dan, karena rasa iba yang sulit dijelaskan, merawatnya seolah-olah itu adalah tanggung jawabnya sendiri.
Akan tetapi, ketenangan yang rapuh itu tidak berlangsung lama. Pemilik asli telur tersebut akhirnya muncul. Seekor ular raksasa yang kuat dan berbahaya datang untuk mengambil kembali anaknya. Anehnya, alih-alih menganggap Pai Chen sebagai pencuri atau pengganggu, ular itu justru memandangnya dengan tatapan yang penuh keakraban, seakan mereka telah terikat oleh hubungan yang tak terlihat.
Bagi Da Shei, ular yang ditakuti banyak makhluk, Pai Chen bukan pencuri. Ia adalah pasangan yang telah dipilih oleh naluri dan takdir.
Sementara bagi Pai Chen, semua itu hanyalah awal dari sebuah mimpi buruk yang sama sekali tidak ia inginkan.
"Siapa pasanganmu?"
"Istriku."
"Aku bukan istrimu!"
Di dunia yang bahkan belum selesai ditulis oleh pengarangnya, Pai Chen hanya memiliki satu tujuan: menjauh sejauh mungkin dari ular gila yang terus bersikeras memanggilnya istri
======
Cerita ini murni fiksi karangan author bilamana terdapat kesamaan nama, tempat dan latar, ini bukan hal yang di sengaja.