Casilasky
- Reads 416
- Votes 150
- Parts 20
Di bawah langit yang penuh aksara cahaya, seorang gadis duduk dalam sunyi yang tidak benar-benar sepi. Rambutnya tergerai pelan, disentuh angin malam yang membawa bisikan bintang. Di pangkuannya, sebuah buku terbuka, lembar-lembar kosong yang perlahan terisi oleh semesta yang lahir dari tangannya sendiri.
Cahaya keemasan mengalir dari tiap goresan tinta, berubah menjadi simbol-simbol yang menari di udara, menyatu dengan gugusan galaksi di atasnya.
Seolah setiap kata yang kutulis bukan sekadar kalimat, melainkan doa, luka, harapan, dan dunia kecil yang tumbuh diam-diam di antara sunyi.
Aku tidak sekadar membaca atau menulis, aku sedang menciptakan.
Sebuah semesta kecil di balik aksara antariksa.