❝𝗠𝗬 𝗕𝗢𝗢𝗞❞
Истории 12
𝐓𝐄𝐋𝐋 𝐇𝐄𝐑, 𝐈𝐌 𝐅𝐀𝐊𝐄! || 𝗢𝗟𝗜𝗩𝗘𝗥 𝗔𝗜𝗞𝗨 на Immaturegirl_Marsya
Immaturegirl_Marsya
  • WpView
    Прочтений 156
  • WpVote
    Голосов 33
  • WpPart
    Частей 6
𝐎𝐋𝐈𝐕𝐄𝐑 𝐀𝐈𝐊𝐔 × 𝐅!𝐑𝐄𝐀𝐃𝐄𝐑 ━━━ 𝐁𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀. 𝐒𝐈𝐏𝐍𝐎𝐒𝐈𝐒 ── ★ ˙ 🍄 ̟ !! Semuanya terjadi tanpa peringatan. Tidak ada tiupan peluit yang menandai awal dari maraton kehidupan baru Aiku yang absurd ini. Segalanya bermula dari rasa geli yang sinis saat jemarinya membalik halaman sebuah buku, hingga kini ia justru terjebak dalam jaring-jaring takdir yang membuatnya tercekik oleh penyangkalan. Ia berdiri di ambang pintu kenyataan, menolak percaya bahwa dirinya telah menjadi bagian dari narasi yang dulu ia tertawakan. ​Baginya, cinta tak lebih dari sekadar retorika kosong-sebuah dongeng usang yang tak nyata dan terlalu berisiko untuk dicicipi. Namun, benteng pertahanan yang ia bangun dengan logika itu runtuh seketika, hancur berkeping-keping hanya karena sebuah tatapan lembut yang tak sengaja berpapasan dengan maniknya.
𝐓𝐈𝐌𝐄𝐋𝐎𝐎𝐏 ━━━ Time traveler || 𝐋𝐔𝐂𝐀𝐒  на Immaturegirl_Marsya
Immaturegirl_Marsya
  • WpView
    Прочтений 154
  • WpVote
    Голосов 52
  • WpPart
    Частей 4
[𝐖𝐌𝐌𝐀𝐏 × 𝐌𝐎𝐃𝐄𝐑𝐍!𝐀𝐔 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐄𝐑] ━━━ 𝗕𝗔𝗛𝗔𝗦𝗔 𝗜𝗡𝗗𝗢𝗡𝗘𝗦𝗜𝗔! 𝐒𝐈𝐏𝐍𝐎𝐒𝐈𝐒 ━━━━━━━━━━━━━ Terbelenggu oleh keangkuhan yang mendarah daging serta prinsip ego yang menolak untuk tunduk pada kekalahan, Lucas-sang penyihir agung yang kekuatannya tak tertandingi di seantero Kekaisaran Obelia-kembali berdiri di hadapan takdirnya. Jemarinya yang dingin menyentuh permukaan sebuah artefak kuno: buku usang peninggalan leluhur yang telah lama dibiarkan membisu. ​Buku berhabuk itu tampak menyedihkan, seolah-olah lembaran kertasnya yang menguning hanyalah sebuah lelucon atau penipuan dari masa lalu yang usang. Namun, di tengah kesunyian perpustakaannya yang megah, Lucas membiarkan rasa penasaran mengalahkan logikanya. Dengan nada suara yang bergetar tipis oleh keraguan yang jarang ia rasakan, ia mulai merapal bait-bait mantra yang tertulis di sana. Kata demi kata mengalir, berat dan bermuatan magis, menggetarkan udara di sekelilingnya. ​Siapa yang menyangka bahwa mantra yang terlihat seperti bualan itu justru merupakan kunci menuju kehancuran realitasnya? ​Seketika, ruang dan waktu seolah terlipat. Sebuah lubang hitam yang pekat dan haus akan eksistensi tersedot keluar dari ketiadaan, menelan Lucas bulat-bulat ke dalam pusaran kekosongan yang menyesakkan. Kesadarannya terenggut, hingga akhirnya ia terbangun di sebuah dunia yang terasa paradoks: asing, namun memiliki sisa-sisa memori yang familiar. ​Di tempat baru ini, kemegahan kastil yang dahulu merupakan simbol kekuasaan dan perlindungan, kini hanyalah puing estetika yang tak bermakna-sebuah dekorasi dari masa lalu yang dipandang sebelah mata. Sebagai gantinya, cakrawala kini didominasi oleh bangunan-bangunan beton yang menjulang kaku, struktur reguler yang mencakar langit, menandakan bahwa ia tak lagi berada di rumah, melainkan di sebuah peradaban yang tak pernah