GladNoodles
Sejengkal, sejumput, secarik kisah dua burung camar bawa sial yang reinkarnasi jadi manusia di kehidupan setelahnya. Samudra jadi bahan uji coba pertama bagi Semesta untuk dipertemukan dengan petunjuk hidupnya, Stefi.
Si camar jantan bersuara lirih, kalau diartikan jadi bahasa manusia dia mungkin bilang, "Ngeyel sih lu. Gue bilang juga apa? Tulang-tulangan tadi jebakan, kocak."
"Ya lu juga ngikut kan akhirnya?" Sahut Si betina dengan sisa tenaganya. Sayap kirinya patah usai dihantam sapu milik salah satu karyawan restoran di pinggir laut gara-gara mereka terlalu sering maling makanan pelanggan. Si Jantan pula tak kalah miris, bulu putih yang biasa bersinar di bawah surya kini dilumuri bercak merah oleh darahnya sendiri. Sudah pasti si Jantan juga kena imbas dari niatnya mencuri sisa makanan.
"..hahahah, miris betul nasib kita. Tapi kayaknya lebih tragis elu." Si Betina berkicau lagi. "Maaf ya, ini salah gue sepenuhnya. Lu jadi harus gini juga." Si jantan gunakan sisa kesadarannya untuk mendengar kata-kata terakhir si betina. Meratapi nasib tubuh kecil keduanya kini tersungkur sekarat dibuang di samping bak sampah.
"Maafin gue. Di kehidupan selanjutnya, semoga kita ketemu lagi, ya. Gantian gue yang lindungin elu kalo nggak mati duluan." Begitu ujar terakhir si betina sebelum menyusul si jantan yang nyawanya sudah pegat sedari tadi.
. . .
Upi as Stefani Maleakhi
Sho as Samudra Khair