Jaesalee06
- Reads 1,388
- Votes 110
- Parts 2
"Cinta tanpa kepastian itu nggak cukup, Jendral. Kamu masih muda, masih gampang goyah. Sedangkan aku ...." Ia tersenyum kecil, getir sekali. "Aku butuh tenang. Aku butuh diyakinin."
Jendral menatapnya tanpa berkedip, seakan takut perempuan itu benar-benar hilang kalau ia lengah sedetik saja.
"Aku bisa belajar, Mbak."
"Tapi aku nggak mau jadi tempat kamu belajar melupakan orang lain, Jen."
Sunyi jatuh di antara mereka. Hanya ada hujan, napas yang tidak teratur, dan perasaan yang sama-sama terlambat disadari.