dswannnduck
Tahun-tahun berlalu, namun luka itu tetap menganga. Arzien mengubur dirinya dalam gelap, menghindari rumah sakit, meja operasi, dan semua yang mengingatkannya pada apa yang telah hilang. Hingga suatu hari, ia bertemu Laruna.
Laruna, seorang dokter residen yang hadir di Larlise Hospital, dengan wajah yang terlalu familiar. Mata yang sama, senyum yang menggetarkan, bahkan cara berbicara yang menggema seperti suara dari masa lalu. Kehadirannya bagaikan hantaman keras yang mengguncang benteng pertahanan Arzien. Mengapa setiap kali melihatnya, hatinya terasa diiris oleh bayangan lama yang enggan pergi?
Laruna datang dengan semangatnya sendiri, tanpa tahu bahwa dirinya adalah bayang-bayang seseorang yang telah tiada. Namun, semakin dekat ia dengan Arzien, semakin ia menyadari luka yang tersembunyi di balik sorot mata dingin pria itu.
Di antara operasi penyelamatan nyawa dan pertarungan batin yang tak berkesudahan, Arzien harus memilih. Tetap tenggelam dalam masa lalu atau melangkah maju-meski itu berarti menghadapi sosok yang begitu mirip dengan seseorang yang telah ia relakan dengan air mata dan penyesalan.
Namun, bisakah seseorang benar-benar bebas dari hantu yang terus mengejarnya? Atau Laruna adalah jawabannya? Sebuah kesempatan kedua yang terselubung dalam kebetulan, atau justru ujian dari takdir yang tak pernah benar-benar mengizinkan Arzien melupakan?