wntercomes
- Reads 3,145
- Votes 100
- Parts 53
"Denting Gerimis" adalah nada pelan dari hujan yang jatuh perlahan dari langit yang seolah berbicara, sama seperti perasaan yang datang pelan tanpa rencana, tapi sulit hilang begitu saja.
Dunia tak melulu tentang cinta.
Di tengah riuhnya perkuliahan dan perasaan yang kian rumit, Seiya akhirnya mengerti satu hal, kedamaian bukan berarti hidup tanpa badai, melainkan menemukan orang-orang yang akan tetap menggenggam tanganmu di tengah hujan yang tak kunjung reda.
Langkah-langkah kaki yang perlahan menuju ke arah kaki lain, dan langkah kakinya sendiri membawanya bertemu mereka sosok-sosok yang perlahan mengubah cara pandangnya tentang hidup. Dari obrolan ringan di bawah langit mendung, tawa yang sederhana, diam yang menenangkan, hingga tatapan yang sulit dijelaskan. Semuanya terasa kecil, tapi di situlah perasaan mulai tumbuh, pelan, seperti "denting gerimis" di sore hari.
Di antara keramaian, masing-masing ternyata menyimpan luka dan rahasia sendiri. Hingga Seiya belajar, bahwa hidup bukan tentang menghindari kehilangan, melainkan tentang menemukan makna pulang di tengah hujan yang tak berhenti turun.
"Kadang, rumah bukan tempat.
Tapi, seseorang yang akan membuatmu berhenti berlari."
[Ini akan jadi cerita yang cukup panjang.
Soalnya aku sendiri belum rela namatin hehe.]