#Kumpulan Sampah di Negeri Para Bedebah
2 stories
#2 Kumpulan Sampah Di Negeri Para Bedebah: Kalau Besar Nanti Mau Jadi Apa? by crayon_choco
crayon_choco
  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
"Kalau Besar Nanti Mau Jadi Apa?" adalah sebuah kisah satir yang menggambarkan kejamnya negeri yang korup, di mana rakyat diperas hingga kering, sementara penguasa berpesta di atas penderitaan mereka. Bayu, seorang anak miskin yang bermimpi mengubah nasib, dipaksa keluar dari sekolah dan dijebloskan ke dalam sistem yang hanya mengenal satu hukum: yang miskin harus tunduk, yang berkuasa boleh berbuat sesuka hati. Ketika ayahnya tak mampu membayar pajak yang terus naik, Bayu dijual sebagai buruh di pabrik-tempat di mana anak-anak menjadi mesin, di mana kebebasan adalah ilusi, dan di mana satu pertanyaan klasik menjadi tamparan paling menyakitkan: "Kalau besar nanti mau jadi apa?" Sebuah cerita yang tajam, brutal, dan mencerminkan realitas pahit. Di negeri ini, harapan bukanlah sesuatu yang diberikan-tetapi sesuatu yang dirampas.
#1 Kumpulan Sampah Di Negeri Para Bedebah: Tanah Merah by crayon_choco
crayon_choco
  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 5
"Ketika suara rakyat hanya menjadi angin lalu, dan keadilan mati di dalam berita yang tak pernah tayang." Tahun 2045. Nusantara Raya tak lagi menjadi negeri demokrasi. Kebebasan telah mati di bawah tirani Presiden Wiranatama, seorang diktator yang membungkam pers, mengendalikan militer, dan menghapus hak rakyat. Para mahasiswa yang berani melawan menghilang satu per satu, media menjadi alat propaganda, dan mereka yang berbicara akan berakhir di kuburan massal tanpa nama. Di tengah kegelapan ini, Arditama Widjaya, seorang mahasiswa hukum, menyaksikan sahabat-sahabatnya dibunuh di jalanan. Ia tak lagi percaya pada hukum yang hanya berpihak pada penguasa. Bersama para pejuang bawah tanah, ia merancang pemberontakan terakhir-sebuah revolusi berdarah yang akan menentukan nasib bangsa. Namun, dalam permainan politik yang dikendalikan oleh hantu-hantu Orde Lama, musuh bukan hanya seorang tiran, tetapi juga mereka yang bersembunyi dalam bayang-bayang, menunggu saat untuk kembali berkuasa. Di balik tembok istana, rahasia mengerikan tersimpan. Dan hanya dengan darah, tanah ini bisa kembali menjadi milik rakyatnya. Sebuah thriller distopia yang mengguncang realitas-tentang kekuasaan, pengkhianatan, dan harapan terakhir bagi sebuah bangsa yang hampir mati.