Appenelon-desu
- Reads 203,338
- Votes 20,524
- Parts 80
_____
Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan.
Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis.
Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai.
Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau-
"TIDAK MAUUUUU!!!"
"Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!"
"Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur."
"Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar."
". . ."
"Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja."
-Indonesia
.
.
.
! PERINGATAN GARIS KERAS. INI ADALAH CERITA FIKSI PENGGEMAR DARI FANDOM COUNTRY HUMAS (CH).
Buat baca cerita ini, paling tidak pembaca harus tahu apa itu Fandom Countryhumas. Kalau males tahu, pintu toilet sebelah sana⇱
Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya.
Penulis cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan.
Inspirasi cerita?
Lumayan banyak (?) dan penulis belum bisa nyebutin satu-persatu. Tapi salah satunya ada unsur cerita "Epistrofi" (bagi yang tahu)
Kalau kalian nganggap ini cerita penyimpangan...
Ambil wudu deh.
"Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba."
- Appelmerah, 2025
[ Not BL/BXB/HOMOSEKSUAL DAN SEBAGAINYA]