Amierlin's Reading List
2 stories
Veil of Shadows  by Amierlin
Amierlin
  • WpView
    Reads 1,317
  • WpVote
    Votes 956
  • WpPart
    Parts 59
Di kota tua Vaeloria, di mana kabut abu-abu selalu menyelimuti gang-gang sempit, hiduplah seorang gadis bernama Lilith. Lilith bukanlah penyihir dalam arti sejati, namun dia memiliki "mata" yang berbeda. Sejak kecil, dia bisa melihat apa yang orang lain sebut sebagai Veil (Selubung). Itu adalah lapisan tipis energi gelap yang muncul saat tragedi terjadi. Jika seseorang dibunuh di sebuah ruangan, dinding ruangan itu akan tertutup Veil hitam pekat yang bergetar hebat. Orang tua Lilith meninggal dalam sebuah kecelakaan kereta saat dia berusia lima tahun. Sejak hari itu, di manapun Lilith pergi, dia selalu membawa sebuah lampu minyak tua. Bukan untuk penerangan, tapi untuk "menenangkan" bayangan yang terlalu bising. Suatu sore yang kelabu, Lilith sedang duduk di sudut perpustakaan kota yang tua dan berdebu. Dia sedang membersihkan sebuah buku tua tentang sejarah Vaeloria, ketika pandangannya tertuju pada sebuah pintu kayu ek besar di ujung lorong yang tertutup jaring laba-laba. Dari celah pintu itu, ada sesuatu yang menetes keluar. Bukan air, bukan debu, tapi cairan berwarna hitam pekat yang perlahan merayap di lantai batu. Veil yang sangat kuat. Lilith menelan ludah. Hatinya berdebar kencang. Dia tahu, di balik pintu itu, ada rahasia kematian yang belum terpecahkan. Dan malam itu, rahasia itu mulai bocor keluar.
Love in the Clouds  by Amierlin
Amierlin
  • WpView
    Reads 2,806
  • WpVote
    Votes 1,975
  • WpPart
    Parts 60
Di sebuah kota kecil di kaki pegunungan bernama Bukit Kenangan, hiduplah seorang pemuda bernama Arga. Arga bukanlah pahlawan, bukan pula penyihir. Dia hanyalah seorang pelukis yang aneh. Lukisan-lukisannya tidak pernah menampilkan wajah manusia, pemandangan laut, atau bangunan megah. Seluruh kanvas di studionya dipenuhi oleh lukisan awan. Awan dengan berbagai bentuk, warna, dan suasana. Ada awan yang marah berwarna abu-abu gelap, ada awan pagi yang merah muda, dan ada awan putih lembut yang berbentuk seperti wajah seseorang. Warga setempat menganggap Arga sedikit gila. Mereka sering melihatnya berdiri diam di padang rumput luas di pinggir kota, menatap langit berjam-jam, seolah sedang berbicara dengan seseorang di sana. Mereka tidak tahu bahwa Arga memang sedang berbicara. Dia berbicara dengan Langit. Langit adalah nama seorang gadis yang menghilang tiga tahun lalu. Bukan pergi, bukan meninggal, tapi benar-benar lenyap.