ondeeoney
Dua belas tahun lalu, di bawah pohon mangga pinggir danau desa, Tibi dan Philo mengikrarkan janji manis masa kecil untuk selalu saling melindungi dari kejamnya dunia. Namun, waktu dan gemerlapnya kota besar perlahan mengubah segalanya, menyeret mereka ke dalam hubungan rumit yang penuh dengan sekat tak kasat mata dan kesalahpahaman yang melukai satu sama lain. Pertemuan kembali mereka di masa dewasa tidak seindah dongeng masa kecil, melainkan menjadi sebuah labirin emosional yang sempat membuat keduanya hampir kehilangan arah untuk pulang.
Sampai akhirnya, segalanya luruh ketika Tibi kembali berdiri di hadapan Philo, bukan di atas lantai marmer mewah, melainkan di depan pintu kamar loteng sempit yang beratap seng. Di bawah temaram lampu pijar yang pengap itu ia menyerahkan seluruh hidupnya demi sebuah maaf dari Philo. Di tengah keseharian baru mereka yang menggemaskan dan penuh tawa, dua jiwa yang sempat kehilangan arah ini akhirnya menemukan jalan pulang yang sesungguhnya.